"perselingkuhan terjadi bukan hanya karena adanya keinginan, orang ketiga ataupun sekedar nafsu belaka, tetapi juga karena adanya kesempatan"
Berbicara mengenai perselingkuhan memang bukanlah hal yang mengenakkan. Saia percaya bahwa hampir semua orang di dunia ini menginginkan pasangannya untuk bisa setia bersama dirinya ataupun dirinya sendiri menjadi setia untuk pasangannya.
KESETIAAN.Sebuah kata yang sederhana tetapi menuntut sebuah kekuatan jiwa untuk bisa membuktikannya.
Kembali pada pembicaraan semula mengenai perselingkuhan yang juga terjadi karena adanya kesempatan. Membicarakan tentang hal ini, mengingatkan saia pada sebuah film serial berjudul Grey’s Anatomy. Bagi yang sudah menonton tentu tahu bagaimana terjadi perselingkuhan antara Derek dengan Meredith, dan Addison dengan Mark, dimana sebenarnya Addison dan Derek adalah sepasang suami istri. Pada awal cerita terkesan bahwa Derek yang berselingkuh dengan Meredith, tetapi ternyata setelah itu penonton dapat tahu bahwa Addison lah yang pertama kali selingkuh dengan Mark, lalu diketahui oleh Derek, kemudian Derek memutuskan untuk pindah kota dan di sanalah ia bertemu dengan Meredith. Singkat kata, setelah Addison meminta maaf pada Derek, Derek akhirnya memutuskan untuk kembali kepada Addison dan meninggalkan Meredith yang sudah jatuh cinta pada dirinya. Sampai di satu hari, Meredith bertanya pada Derek (kurang lebih seperti ini), "What do you think/ What did you do ’till Addison could cheat on Mark?", (baca: apa c yang menurut lo udah lo lakuin sampe Addison bisa selingkuh sama si Mark?). Derek pun terdiam. Kemudian tak lama ia menjawab, "Maybe, I was a little bit absent" (baca: mungkin waktu itu gw sedikit absen).
I think it’s juat a GREAT ANSWER that can be told by a man whose wife was cheating on other guy!!!
Mungkin kata "absen" di sini dapat saia dan kita semua interpretasikan secara lebih luas lagi. Mungkin absen di sini bukan hanya sekedar "ketidakhadiran" tetapi juga menyangkut banyak aspek. Bisa saja sebagai pasangan kita lalai sedikit saja terhadap pasangan kita. Mungkin juga waktu itu kita terlalu sibuk sehingga perhatian kita berkurang dan kebutuhannya secara batiniah, secara perasaan tidak terpenuhi, dan saat itu tawaran kenyamanan justru ditawarkan oleh orang lain.
Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa "Nila setitik rusak susu sebelanga" ? Karena satu kelalaian, satu absen sejenak yang mungkin tidak kita sadari, akhirnya merusak hubungan yang sudah dibina sekian lama.
Saia akui bahwa akan sangat sakit dan sangat tidak terima ketika kita tahu pasangan kita selingkuh dengan orang lain padahal kita telah mati-matian berusaha untuk setia. Reaksi marah yang akhirnya menyalahkan pasangan kita yang selingkuh tersebut adalah reaksi yang sangat wajar dan alamiah. Jarang dan mungkin hampir tidak ada orang yang akan melihat ke dalam dirinya sendiri terlebih dahulu apa yang telah ia perbuat sampai pasangannya selingkuh, dan bahkan menyadari "maybe I was a little bit absent".
Menyadari bahwa ternyata perselingkuhan itu dapat terjadi juga karena kesalahan kita sendiri, maka mungkin akan lebih bijaksana jika akhirnya semuanya dapat saling memaafkan, dan berusaha bangkit menjalani hidup baru yang lebih baik.
Saia, kamu, anda, dan kita semua memang tidak akan pernah luput dari yang namanya kelalaian (baca: absen sejanak tanpa disadari) terhadap pasangan kita, akan tetapi alangkah jauh lebih baik jika kita yang sama-sama sudah menyadari hal itu berusaha untuk saling mengontrol diri, saling mengingatkan, dan juga tetap menjaga kepercayaan yang telah ada. Mungkin kita sama-sama bisa mengingatkan diri kita masing-masing sebelum melakukan perselingkuhan bahwa kalo kita yang diselingkuhi oleh pasangan kita, bagaimana rasanya? Sakit bukan?
# The last reflexion as a girl who had used to in that position. But, finally i’m free, and breathe the freedom itself. Now, I try to step toward and try to see the better future only with him. I’m TRYING!!
*cherish