huff.
tengah malam buta rata, bengong.
fuih,,,gara2 application form scholarship yang kembali membuat saia berpikir. bukan berpikir untuk meng-apply sebenarnya,,,tetapi ada pertanyaan yang mengganjal dari lembar yang harus diisi. dan itu yang membuat saia mengurungkan niat untuk meneruskannya sudah sejak beberapa bulan yang lalu.
pertanyaan itu bukan pertanyaan matematika, ataupun fisika. bukan juga pertanyaan pembuatan makalah atau pertanyaan akan masalah-masalah aneh bin ajaib lainnya. pertanyaannya sangat simple, amat sangat sederhana sebenarnya. tapi membuat saia berpikir dan berpikir. akhirnya..buntu.
pertanyaannya itu hanyalah: please describe, What are your long term career aspirations?
and i just get STUCK here. So stupid huh??
tapi beneran deh, saia ga menemukan jawabannya satu pun. really stupid!! betapa ternyata setelah sekian lama saia ga punya arah hidup. parah yah…cuz honestly almost recent 2,5 years i lose hope. setelah satu kejadian memutarbalikkan segalanya, and my world spins around, and around then i lose it for almost 2,5 years.
saia ingat dengan sangat JELAS,, di masa SMP, terutama jelas sekali ketika akhir SMP, ketika akan mendaftar SMA, saia sudah memutuskan satu hal. apapun yang terjadi di depan, I have to go. I JUST FEEL THAT I HAVE TO GO!! bagaimanapun caranya, saia harus keluar. dan saat itulah saia memutuskan bahwa mungkin bidang yang saia harus ambil adalah bidang yang bisa membuat saia keluar, yaitu pariwisata. sempat saia memutuskan untuk masuk SMA kejuruan, tapi dengan beberapa pertimbangan akhirnya batal. masuklah saia di SMA yang sama lagi dengan SMP. tapi niat itu ga putus sampe di sana. ketika akan menaiki tahun ke dua dan penjurusan, saia bersikeras untuk masuk bahasa, walau keputusan itu sangat disayangkan oleh berbagai pihak, sampai2 walikelas saia sendiri menyuruh saia berpikir ulang dan memberi saia waktu sehari lagi untuk berpikir, katanya waktu itu, "kamu yakin mau masuk bahasa? sayang lho,, temen2 kamu mati-matian maksa masuk kelas IPA, kamu yang di depan mata kok malah melepaskannya gitu aja." tapi yah mau bagaimana kalau memang tujuan saia waktu itu mati-matian bukan itu. bisa dibilang modal nekat. semua teman2 dekat saia di kelas IPA, semuanya bertanya, "lo yakin?" dan keputusan saia benar2 bulat,lat,lat,lat. sampai akhirnya walikelas saia hanya berkata, "ya udah kalo memang ini udah keputusan kamu, kita juga ga bisa melarang kok. tapi, ada tapi-nya.. saia menantang kamu untuk menjadi yang terbaik di kelas bahasa, ok?"
dan tantangan itu akhirnya selama 2 tahun mulus terpenuhi tanpa cela. tapi bagi saia saat itu, bukanlah tantangannya yang saia penuhi, tapi memang saia niat di sana, jadi yah sekalian aja toh, mau bagus yah bagus sekalian, jangan nanggung-nanggung. sampai di kelas 3, niat untuk melanjutkan ke bidang pariwisata, whatever it is, semakin bulat, di tambah vocational test saia yang menyatakan bahwa memang kecenderungan untuk kerja lapangan itu tinggi bgt, dan kerja kantor itu sangat rendah.
tapi siapa menyangka bahwa niat bertahun-tahun ini hancur berkeping-keping di tengah jalan hanya karna satu kejadian. *lebay*. and as the result, along this 2,5 years i don’t get any self-fullfillment. setiap hal yang saia lakukan, saia lakukan untuk self-fullfillment-nya orang lain. dan kalau masih boleh jujur, 2,5 tahun ini saia berjalan saaaaaaaangat hampa. akhirnya saia benar2 hanya berjalan mengikuti waktu. i don’t have any direction anymore. sampai akhirnya kok kayaknya begini salah, begitu salah. nyoba ini ga enak, nyoba itu ga enak. huff. ternyata lelah juga yah..mungkin masa2 SMA itu adalah masa2 terakhir di mana saia benar2 fokus pada satu tujuan dan mengejarnya mati-matian,,,tapi apa daya, hidup berkata lain,,,semua berubah dalam satu jentikan jari..huff…
kembali ke masalah scholarship.. sejujurnya ketika saia selalu mencari tawaran scholarship, it is not for the sake of education. but for the sake of the past dream, that I HAVE TO GO. makanya kadang setiap tawaran scholarship yang ada saia lewatkan,,saia lewatkan,,acuhkan,,karna kok rasanya egois bgt yah. saia selalu berpikir mungkin masih banyak yang lain yang memang sungguh2 serius untuk mengejar beasiswa ini for the sake of education, sementara saia? pengen c, siapa c yang ga pengen ngejar scholarship, tapi kok rasanya gimanaaaaaaaaaa gitu…. aaaaaaaaaaaaarrrggghhh,,ntahlah,,
dan pertanyaan pada application form itu sungguh mengganggu saia..
What are your long term career aspirations?
well,,,
what kind of answer i have to write down?? *krik,,krik,,krik,,* i just still don’t know…..
i just know that SOMETHING is waiting to be free….but when? i dun know…..
cita-cita saia sederhana,,,MENCLOK.. *cita2 yang aneh*
-dengan sebungkus susu di jam 2.17 a.m…
*cherish