Cerita di Suatu Hari..
Pada suatu hari,, sebagai seorang tetangga yang sedang panen mangga, dan buah2an lainnya,saya berniat mengadakan acara metis-memetis alias rujak buah di rumah dan tentunya mengajak tetangga yang lain.. Saya berkata pertama kali pada tetangga persis di samping rumah tentunya sebagai tetangga terdekat,,,"hei,,tetangga,,saya lagi bikin petis neh,," "oh,, saya ga suka petis tuh. Apaan sih petis,,ga enak ah,,ga suka. Lagian ga sempet ah metis-metisan." "oooh…" akhirnya saya hanya bisa berkata ‘ooo’ tanpa selesai mengungkapkan maksud saya mengajak berpetisan ria,,,
Sampai suatu waktu di hari yang sama,,tetangga sebelah rumah ini menghampiri saya dengan wajah bahagianya,,"eh jeng,,saya diajak petisan neh sama tetangga di pojok sana" "ooh,,mau metis yah,," "iya,,ikutan aja yuk,,," "oooh,,,"
Tetangga oh tetangga,,,apa yang salah dengan petis saya?? Sampai kamu bilang tidak suka,,tapi ajakan tetangga pojok sana kamu sambut dengan begitu bahagianya?? Apa mungkin wahai tetangga sebelah rumah waktu itu kamu mendengarnya saya menyuruhmu membuat petis hingga kamu tidak suka?? Atau memang saat itu pikiranmu sedang tidak di sana sehingga saya berkata apa kamu sebenarnya tidak mendengar?? Atau memang kamu tidak pernah mendengar saya??
Tapi wahai tetangga sebelah rumah,,,sudahlah,,tak apa,,saya hanya tetangga baru yang terlalu membesar-besarkan masalah, hanya karena urusan berpetis ria tak sepatutnya saya marah,, wajarlah semua yang terjadi karena kamu lebih dahulu dan lebih lama bertetangga dengan tetangga di pojok sana..
Yah sudahlah tetangga,, saya berpetis ria sendiri pun tak apa,, Lain waktu jika ada acara lagi di rumah saya,,pasti kamu akan saya undang wahai tetangga sebelah rumah,,
tapi,,,
hanya jika saya memiliki keberanian lagi untuk mengundangmu…
*cherish
