
Malam ini ia datang. Membawa sebuah cerita. Akan gelas yang bocor.
Sebuah gelas yang bocor, membuat aku bertanya-tanya apakah gelasku memang bocor karena berlubang di suatu tempat dan oleh karena itulah prasaanku tidaklah meluap-luap? Tetapi, seandainya gelasku memang bocor, bagaimana mungkin aku bisa merasakah ada sesuatu yang bergetar-ntah apa dan dimana- ketika aku melihatnya, bahkan tanpa adanya persentuhan sama sekali?
Dalam remang lampu jalan, kami bergandengan tangan. Menapaki sisi-sisi jalan, tanpa tentu arah. Kami hanya berjalan. Tanpa arah. Namun, aku menikmatinya. Genggaman tangan hangatnya berlomba dengan dinginnya angin kota malam tadi. Kuresapi tiap kali ia mengeratkan genggamannya. Kuhayati tiap pelukan lengannya. Kuhanrgai tiap usaha perpindahannya melintasi dua jalan. Dan kunikmati tiap sentuhan lembutnya dalam tiap jengkal tubuhku.
Aku curahkan hati dan prasaanku tiap kali aku bisa menyentuh jari-jarinya, wajahnya yang terkadang begitu polos,namun menunjukan sebuah tekad yang tak pernah padam,,,
Aku senang memeluknya. Memeluknya adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan…panda kok meluk gajah,,mana bisa,,,?? itu candaku tiap kali aku memeluknya…
Dan tanpa kusangka, dalam pelukan itu, air mataku menetes… aku tak tau mengapa.. apa karena malam itu tiba2 bahn pembicaraan kami menjadi lebih "berat"?? atau karena ia menyebut namaku ketika membicarakan itu,,tidak dengan kata "kamu" melainkan benar2 menyebut namaku, "sari"? aku juga tidak tahu..aku tidak mengerti..
Yang aku tau, aku mulai terisak,,saat ia mengatakan "tau ga kalo pacaran kalo dalam bahasa jawanya itu sudah seperti mencari belahan jiwa.. ketika aku bersama sari,,yah sari itu udah sperti jiwaku yang lain,,yah aku ga utuh kalo sarinya ga ada. aku yah sari,,sari yah aku,, kalo suatu saat sarinya pergi aku merasa ada yang hilang dari jiwaku" mungkin aku hanyalah orang kesekian yang dikatakan seperti itu olehnya,,aku juga tak tau,,hanya aku tau ada yang hangat mengalir di kedua mataku saat itu,, isakanku bertambah ketika ia lalu lanjut berkata " begitu juga dengan sari..saat sari sepertinya sudah mengusahakan segenap cara, tapi kok hatinya ga mrasakan apa2 juga,,nah itulah saatnya sari juga harus berpikir kembali,," aku benar2 menangis dalam pelukannya,,dan ia hanya terpana,,bingung,,
Aku benar2 tidak tau mengapa aku menangis,,tapi ada sesuatu dengan kata2nya yang membuat aku menangis,,tapi aku benar2 tidak tahu apa,,,aku hanya bisa memeluknya erat tanpa bisa menjawab pertanyaannya mengapa aku menangis,,,
andai waktu bisa berhenti,,berhentilah saat itu,,saat aku bisa menangis dalam pelukannya,,,
Tidak ada yang salah dengan dirinya,,tidak juga dengan gelasku,,yang ada hanyalah, mungkin aku belum sepenuhnya membuka penutup gelas itu,,,
*cherish