JuST d’STory

December 30, 2008

Selamat Tinggal 2008

Filed under: Reflexi


Malam tahun baru 2008, kuingat, aku berdiri di depan sana, berpayungan, dan menatap langit hitam yang berkilauan oleh cahaya dan rintiknya hujan yang turun malam itu. Bak seorang putri aku bermain-main di bawah hujan, dengan payung yang diputar-putar. Aku ingat apa harap yang aku ucapkan malam itu. Tapi waktu berlalu dengan cepat. Seperti menggilas habis setiap kesempatan yang tidak bisa berpacu dengannya. Hari-hari berkesan pun sempat terlewati bersamanya.

 Ulangtahunku ke duapuluh tahun ini bagaikan mendapat sebuah jawaban. Di bulan Juni, semuanya mulai berangsur-angsur berubah sampai pada puncaknya di bulan Agustus, ketika semuanya tidak bisa lagi aku pertahankan. Hancur dan larut terbawa air mata.

 Biarkan aku mengingatnya untuk yang terakhir bagaimana detik-deik terakhir pertemuanku dengannya. Yang pasti sejak aku memutuskan untuk mencoba magang, semuanya berangsur-angsur berubah, terutama sikapnya, menjadi begitu tidak bisa aku mengerti. Ntah karena apa aku tak tahu, karna cemburu kah karna smsnya tidak bisa selalu aku balas seperti dulu? Ntah mengapa aku tidak mengerti padahal setiap hari ketemu tak henti-hentinya aku jelaskan, tapi ia tidak mau mendengar sama sekali. Waktu berlalu, pembicaraan pun semakin jauh dari menyenangkan. Setiap ketemu yang ada hanya sikap yang sangat dingin, dan aku pun semakin tersiksa karenanya. Belum cukupkah selama ini aku mengalah? Belum cukupkah ia membuatku menangis? Apa salahku padanya sampai ia bersikap seperti itu? Aku telah menunggunya dengan setia. Kurang apa agi kah? Sampai ia berkali-kali menyakiti pun, aku terus mencoba bertahan, tapi mengapa ia begitu.

 Pada akhirnya aku pun menyerah pada seuatu malam. Rasanya aneh, dan tentu saja sakit. Hampir 10tahun aku menunggu, dengan 3 tahun belakangan ini yang cukup intensif, dan semuanya selesai pada suatu malam. Selesai sampai tamatlah semuanya.

 Tidak berapa lama berselang, ada yang mengisi kekosongan itu. Ini pun pilihan yang sulit karna aku tahu kami berbeda dari segala macam perbedaan, kami sungguh berbeda. Dan tidak mudah menjembatani perbedaan itu. Cobaan yang datang di awal bisa terselesaikan dengan baik. Tapi ternyata cobaan yang berat bukanlah itu. Tapi datang dalam diriku sendiri. Pada pertengahan bulan pertama aku mulai meragu, apa keputusanku benar? Apa ia pun serius? Bayang-bayang mantan dan semua yang pernah dekat pun menjadi ketakutan sendiri. Air mata demi air mata pun sempat bergulir, mati rasa pun sempat terjadi. Memasuki bulan ke dua, keadaan tidak terlalu banyak berubah seperti sebelumnya. Kadang takut untuk memulai sesuatu yang baru. Takut untuk gagal, terlebih takut untuk sakit karena penghianatan lagi. Melewati bulan kedua, kepercayaan mulai mencoba tumbuh, setidaknya untuk beberapa waktu aku merasa lebih baik. Memasuki bulan ketiga aku merasa seperti pada sebuah persimpangan, antara terus atau berhenti sekarang sebelum semuanya berjalan lebih jauh. Bayang-bayang dulu pun kadang menghantui, apakah aku salah? Apakah aku yang tidak menepati janji dengan membiarkan semuanya dulu berakhir dan memulai dengan yang baru? Cukup sulit untuk melewati perasaan itu. Tapi kuputuskan untuk terus bertahan. Bulan ketiga terlewati. Memasuki bulan ke empat, gejolak perasaan itu semakin kuat, aku pun hampir menyerah. Sampai pada satu titik, aku berpikir bahwa semua tidak bisa terus seperti ini. Seperti yang pernah aku katakana sendiri, daripada setengah-setengah mending sekalian aja. Maka dari itu, ku putuskan untuk berpikir, mau dibawa kemana hubungan ini. Kalau mau selesai, dan ternyata aku ga bisa bertahan, lebih baik selesai sekarang sebelum sama-sama sulit karna aku tahu aku ga bisa setengah-setangah. Yang dipertaruhkan terlalu banyak. Tapi kalau aku memutuskan untuk bertahan, aku harus terus, tidak boleh ada lagi keraguan dan kebimbangan lagi. Aku bimbang, jalan mana yang baik. Mungkin terdengar terlalu berlebihan, namanya juga baru pacaran. Tapi buatku, yang namanya pacaran pun atau hubungan seperti apapun, harus punya tujuan akan dibawa  ke mana. Kalau cuma sekedar main-main tanpa tujuan yang jelas, untuk apa, lebih baik jadi teman biasa saja. Have Fun. Pacaran adalah masa persiapan. -Omongan yang sok tua mungkin untuk seumuranku. Tapi buatku apapun yang aku jalani harus punya arah yang dituju mau kemana.- Dan proses pacaran adalah salah satu persiapan untuk mengolah rasa, untuk mengolah emosi, saling mengerti, menerima kekurangan dan kelebihan, baik dan buruk. Walaupun memang akhirnya bagaimana kita juga ga ada yang tahu, tapi setidaknya aku sudah mencoba untuk focus, karena kalau berjalan tapi tanpa ada tujuannya yang jelas juga untuk apa?yang aku pertaruhkan pun cukup besar jika hanya untuk sekedar bermain2,,,

 Menuju  empat bulan, adalah waktu yang sulit. Sulit untuk membuat keputusan. Tapi akhirnya dalam doa aku memutuskan untuk terus berjalan bersama dirinya. Sampai empat bulanpun terlewati sudah dalam satu tekad untuk menjalani hubungan ini lebih serius. Dalam doaku melewati 4 bulan, aku percayakan sepenuhnya pada dirinya menjadi satu-satunya juga makna perziarahanku dalam hidup, seperti katanya, satu yang dituju. Dan aku sudah memutuskan itulah dirinya. Dan lagi-lagi mengutip perkataannya, bukan melihat KARENA IA, tapi yang dilihat adalah MESKIPUN IA, tapi aku tetap bisa menerima apa adanya dirinya.

 Aku hanya bersyukur dengan hubungan yang sekarang ini sedang sama-sama sedang kita coba bangun. Menjaga setiap perasaan sayang sebaik-baiknya karena di depan sana ada satu titik yang sama-sama kita tuju dan kita coba untuk raih bersama.

 Dipenghujung tahun ini, aku menutup semua masa lalu bersama ia, apapun yang terjadi aku sudah memutuskan untuk tidak akan pernah menengok ke belakang lagi. Ia menjadi masa lalu dan selamanya hanya akan menjadi masa lalu.

 Di depan sana, aku meyakini ada hari baru, dan ada harapan baru untuk hal yang lebih baik,, dan bersama dirinya aku berjalan…

 Selamat menyambut Tahun Baru 2009

*cherish.  

November 9, 2008

Melebur, dan Menyatu

Filed under: Reflexi, Feeling, About Him

Aku tau dari awal, jalan ini tidaklah mudah. Aku tau bahwa kerikil-kerikil kecil namun tajam, akan menusuk, mencari celah untuk kemudian menembus kulit dan mengoyak masuk ke dalam daging hingga mengucurkan tetesan-tetesan darah.Dan mungkin nanah. Aku tau dengan jelas, mana mereka yang tersenyum dengan tulus, dan mana yang tersenyum dengan penuh kepalsuan…

Alienasi.

Sebuah momok. Sebuah kondisi yang membelah aku pada dua dunia. Namun dalam keduannyalah aku harus melebur. Menyatu dalam sebuah jiwa…

 

*cherish 

October 14, 2008

I Believe In You

Filed under: Reflexi, About Him

http://cherish.blogsome.com/images/3.jpg

Finally…

I have a step

Toward him
Who loves and be loved 

Try again to put a hope
And give
What people called as
..LOVE.. 

*cherish 

 

 

 

October 13, 2008

Ketika Hidup Adalah Sebuah Pilihan (part.2)

Filed under: Reflexi, About Him

(…continued,,,,dari Ketika Hidup Adalah Sebuah Pilihan)

Tenyata tidak ada yang salah dari yang namanya sebuah pilihan. Kita telah berproses untuk menentukan pilihan tersebut. Ketika kita memilih A maka kita meninggalkan B. Kita tidak akan pernah bisa berada dalam kedua jalan tersebut secara bersamaan. Dan kita *sekali lagi* tidak tahu jalan di depan akan seperti apa. Tetapi yang terpenting adalah kita mencoba. Adanya ketakutan adalah sebuah hal yang sangat wajar. Karena memang semuanya tidak pernah pasti. Ketika ternyata pilihan kita salah, belajarlah dari kesalahan itu. Ataupun ternyata pilihan kita benar, syukurilah, karena keduanya sama-sama bertujuan untuk membuat kita dapat melihat hidup dengan lebih bijaksana.***

Padi- Harmony

Aku mengenal dikau
Tak cukup lama…separuh usia ku 
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud harmony…

Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud harmony

Sama seperti halnya bahwa akhirnya aku telah memilih. Memilih melangkah bersama dirinya. Yang juga berarti meninggalkan masa lalu. Rasa takut itu pasti ada, karena aku juga tidak tahu ke depan akan seperti apa dan akhirnya bersama siapa. Namun, satu hal yang pasti, bahwa saat ini, detik ini, aku sedang dan masih bersama dirinya. Hanya itu yang aku tahu. Maka dari itu, jika aku tidak memilih, aku justru akan menghancurkan semuanya.

Aku telah memilih, dan aku berkomitmen dengan itu. Benar-salah, pahit-manis, sakit-bahagia, itu semua bagian dari sebuah pilihan. Dan akhirnya aku menikmati keberadaanku dalam semua proses itu.

Memang tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di depan, tapi jika suatu hari nanti semua terbukti benar akan tetap seperti ini, mungkin aku akan benar-benar yakin bahwa, setiap kehidupan di dunia ini sudah memiliki bagiannya masing-masing. Dan terkadang semua terjadi begitu saja bahkan di luar kendali kita sacara sadar. Karna, ketika semuanya di flashback kembali, maka semua hal tampak seperti sudah diset, sudah disiapkan tanpa aku sendiri menyadari hal itu. Dan ketika aku menoleh ke belakang, aku seperti melihat rol-rol film yang berputar. Dan ketika aku menyadari itu jujur rasanya "oh my god aneh banget yah,,,,"

Dan aku tidak akan pernah menyesali semua yang sudah terjadi. Karena aku yakin semua rasa sakit itu, akan memberikan pengalaman yang luar biasa. Be tough girl!!! Yakinlah bahwa seperti lirik di atas "Karena kupercaya kan berujung indah".

I say "goodbye", not "see u later".  Karena semuanya memang telah berlalu dan hanya akan menjadi masa lalu sampai kapanpun.

Now, i feel blessed with him. N i enjoy every second of my life with him. The tears, the laugh, the love, the feeling of accepting and satisfying. I’m filled with a full feeling of love,,,n my heart is full with him..Try to move on, and let my heart once more feels this bunch of love..

 

** "Aku mau kamu menjadi bagian dalam cerita hidup aku, begitu sebaliknya… kita buka lembaran baru.. kita isi sendiri ceritanya.. manis pahit bersama… biar dunia nanti menilai sendiri, kekuatan cinta mampu mengalahkan segalanya..

Dan aku bersyukur, sebab kita sudah MEMULAINYA…

Percayalah kasih,, aku setia pada panggilan dan pilihan ini,,,

bersamamu"

So do I..

Luv u Bun2..

*cherish 

 

October 10, 2008

Ketika Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Filed under: Reflexi

Kadang ada kalanya ketika kita tidak tahu harus memilih apa, karena hidup memanglah sebuah ketidakpastian, dan juga sebuah pilihan. Kita tidak akan pernah tahu apakah pilihan kita benar atau tidak. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di depan. Semua hanya  berputar dalam sebuah periode waktu, yang terkadang bisa nyata, ataupun bisa juga sangat semu. Tapi itulah hidup. Yang patut dirayakan dan disyukuri.

 ….-to be continued…

 *cherish

September 25, 2008

Is It What I Call Love?

Filed under: Reflexi, Feeling

http://cherish.blogsome.com/images/6.jpg

What’s love actually?
I’ve said that love is passion.
Is it true?
What’s actually the feeling of love?
Sometimes it’s just blur, for me.emoticon

Especially, always when he*someone now* asks me about him*someone from the past*.
I dunno why but,,
I dunno feel comfortable enough to think about him now.emoticon

Honestly, sometimes I still wanna know what he’s doing right now.
How his condition is.
But, I know, it’s not fair. emoticon

So, I dunno want to do that.
Even I try HARD not to think about him anymore.emoticon

I’ve already had someone who supposed to be loved.
And he deserves to get it totally.
Because he is just a really kind person.
Although sometimes he is so insensitive.
But I know he is just soooooooo kind. emoticon

However, now, I still keep questioning about love.
Because sometimes I just cannot feel it.
Really misty,,really blur.emoticon

Bringin’ back to me pleaseeeeeeee…emoticon

#It’s just sooo hard more than I’ve ever imagined before,,fuuiiihhh…

FIGHT,FIGHT,FIGHT!!!

I’ll try to love u totally Bun2, I’ll try my best.Hope we still have enough time. emoticon

*cherish 

 

September 11, 2008

For The Sake of Happiness

Filed under: Reflexi

"jalan kita masih panjang
jangan pikirkan perpisahan
tapi usahakanlah kebahagian
karena perpisahan pasti akan selalu ada ketika ada perjumpaan
namun kebahagian patut ditemukan dan diusahakan
untukmu dan untukku
untuk kita
dan pada akhirnya untuk semua makhluk di dunia" (dirinya)

It’s what we call life. Afterall what we are looking for is just for the sake of happiness itself. Perhaps we know a lot of people, we meet them every single chance. But, actually we just pass by. We just come and go. Keep in silent, too busy with our own thought. Our thought of achieving the last destination. The Sake of Happiness.

Follow your heart, my dear. Go wherever you wanna go. Fly away, fly so high. Touch the moon and catch the wind. Follow your dream. And I’ll follow mine. Someday I’ll also fly. Fly so far, far away to the sky.

Untill one day we will meet again, my dear. Above the sky, behind the cloud. Coz, you’ve followed yours and i’ve followed mine. Just believe that the whole universe conspired for me to come close to you#, then we will find each other whatever the way. Just believe, my dear…

#From Paulo Coelho, " I Love You because the whole universe conspired for me to come close to you".

*cherish

September 4, 2008

Berpacu Dengan Waktu Berpacu Dengan Masa Lalu

Filed under: Reflexi, About Him

Setiap Orang

Pasti Punya Masa Lalu

Diri

-ku

-nya

Setiap Orang

 

Menjadi Salah

Ketika Aku Mencoba Melihat Ke Belakang

Karna Yang Akhirnya Ada

Hanyalah Luka

 

Luka Yang Tidak Akan Mengering

Jika Aku Terus Berusaha Menoleh Ke Belakang

Lagi Dan Lagi

Tanpa Mampu Melepaskan Diri

Dari Jeratan Masa Lalu

-ku

-nya

 

Biarkan Ini Menjadi Sebuah Pengakuan Terakhir

Bahwa Melepaskan Ia

Seperti Menghempaskan Separuh Diriku

Aku Mencintai Ia

Sangat

Merindukan Ia

Sungguh

Dulu

Sebuah Bagian Masa Lalu

 

Karna Itulah, Aku Terus Berpacu Dengan Waktu

Mencoba Berlari Meninggalkan Masa Lalu

Sebelum Semuanya Menjadi Kelabu

Dan Meninggalkan Bayang-Bayang Semu

 

Walau Kadang Terjatuh

Tapi Ku Coba Bangun Kembali

Melangkah Dan Terus Melangkah

Tanpa Menoleh Lagi Ke Belakang

Baik Kepada Masa Lalu

-ku

-nya

 

Aku Tahu Aku Harus Bisa

Bergulat Dengan Perasaanku Sendiri

Memenangkannya

Dan Meraih Masa Depan

Untuk Diri

-ku

-nya

 Semoga…

 

*cherish 

 

Antara Perselingkuhan dan Kesetiaan

Filed under: Reflexi

"perselingkuhan terjadi bukan hanya karena adanya keinginan, orang ketiga ataupun sekedar nafsu belaka, tetapi juga karena adanya kesempatan"

Berbicara mengenai perselingkuhan memang bukanlah hal yang mengenakkan. Saia percaya bahwa hampir semua orang di dunia ini menginginkan pasangannya untuk bisa setia bersama dirinya ataupun dirinya sendiri menjadi setia untuk pasangannya.

KESETIAAN.Sebuah kata yang sederhana tetapi menuntut sebuah kekuatan jiwa untuk bisa membuktikannya.

Kembali pada pembicaraan semula mengenai perselingkuhan yang juga terjadi karena adanya kesempatan. Membicarakan tentang hal ini, mengingatkan saia pada sebuah film serial berjudul Grey’s Anatomy. Bagi yang sudah menonton tentu tahu bagaimana terjadi perselingkuhan antara Derek dengan Meredith, dan Addison dengan Mark, dimana sebenarnya Addison dan Derek adalah sepasang suami istri. Pada awal cerita terkesan bahwa Derek yang berselingkuh dengan Meredith, tetapi ternyata setelah itu penonton dapat tahu bahwa Addison lah yang pertama kali selingkuh dengan Mark, lalu diketahui oleh Derek, kemudian Derek memutuskan untuk pindah kota dan di sanalah ia bertemu dengan Meredith. Singkat kata, setelah Addison meminta maaf pada Derek, Derek akhirnya memutuskan untuk kembali kepada Addison dan meninggalkan Meredith yang sudah jatuh cinta pada dirinya.  Sampai di satu hari, Meredith bertanya pada Derek (kurang lebih seperti ini), "What do you think/ What did you do ’till Addison could cheat on Mark?", (baca: apa c yang menurut lo udah lo lakuin sampe Addison bisa selingkuh sama si Mark?). Derek pun terdiam. Kemudian tak lama ia menjawab, "Maybe, I was a little bit absent" (baca: mungkin waktu itu gw sedikit absen).

I think it’s juat a GREAT ANSWER that can be told by a man whose wife was cheating on other guy!!!

Mungkin kata "absen" di sini dapat saia dan kita semua interpretasikan secara lebih luas lagi. Mungkin absen di sini bukan hanya sekedar "ketidakhadiran" tetapi juga menyangkut banyak aspek. Bisa saja sebagai pasangan kita lalai sedikit saja terhadap pasangan kita. Mungkin juga waktu itu kita terlalu sibuk sehingga perhatian kita berkurang dan kebutuhannya secara batiniah, secara perasaan tidak terpenuhi, dan saat itu tawaran kenyamanan justru ditawarkan oleh orang lain.

Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa "Nila setitik rusak susu sebelanga" ? Karena satu kelalaian, satu absen sejenak yang mungkin tidak kita sadari, akhirnya merusak hubungan yang sudah dibina sekian lama.

Saia akui bahwa akan sangat sakit dan sangat tidak terima ketika kita tahu pasangan kita selingkuh dengan orang lain padahal kita telah mati-matian berusaha untuk setia. Reaksi marah yang akhirnya menyalahkan pasangan kita yang selingkuh tersebut adalah reaksi yang sangat wajar dan alamiah. Jarang dan mungkin hampir tidak ada orang yang akan melihat ke dalam dirinya sendiri terlebih dahulu apa yang telah ia perbuat sampai pasangannya selingkuh, dan bahkan menyadari "maybe I was a little bit absent".

Menyadari bahwa ternyata perselingkuhan itu dapat terjadi juga karena kesalahan kita sendiri, maka mungkin akan lebih bijaksana jika akhirnya semuanya dapat saling memaafkan, dan berusaha bangkit menjalani hidup baru yang lebih baik.

Saia, kamu, anda, dan kita semua memang tidak akan pernah luput dari yang namanya kelalaian (baca: absen sejanak tanpa disadari) terhadap pasangan kita, akan tetapi alangkah jauh lebih baik jika kita yang sama-sama sudah menyadari hal itu berusaha untuk saling mengontrol diri, saling mengingatkan, dan juga tetap menjaga kepercayaan yang telah ada. Mungkin kita sama-sama bisa mengingatkan diri kita masing-masing sebelum melakukan perselingkuhan bahwa kalo kita yang diselingkuhi oleh pasangan kita, bagaimana rasanya? Sakit bukan?

# The last reflexion as a girl who had used to in that position. But, finally i’m free, and breathe the freedom itself. Now, I try to step toward and try to see the better future only with him. I’m TRYING!!

*cherish

August 27, 2008

Wonderful 2 Months

Filed under: Reflexi

Ah,,tidak terasa sudah dua bulan saia magang di sebuah NGO bernama ANBTI.  Dan sekarang udah selesai. It’s the time to come back to the common life!!!! KULIAH LAGI!!!! Hehehe..

Dua bulan ini rasanya seperti mimpi. Banyak pengalaman baru, banyak hal-hal yang tadinya Cuma bisa saia liat lewat berita, eh,,bisa saia liat langsung.. Yang pasti ada satu sisi dalam hidup saia yang terbuka. Dan semua itu baik adanya.

Aneh rasanya mengingat bagaimana dua bulan yang lalu ketika saia masih ragu, ini mau kirim CV kemana, kerjanya apa, tempatnya di mana juga ga tau. Sampai saia ditelpon malem-malem untu kirim CV sama orangnya. Saia yakin kalo malam itu saia ga ditelpon mungkin saia ga jadi kirim CV ke sana. Sampai di hari-H.nya, pake acara nyasar pula, saltum juga,,ah,,kacau banget deh pokoknya. Dua minggu pertama di sana juga rasanya masih aneh. Kerjaannya masih ga jelas apa, mau ngapain juga bingung, akhirnya sempet jenuh juga.

Tapi setelah lama-lama akhirnya kerjaannya mulai jelas, mulai biasa juga, mulai kenal juga dengan orang-orang dan situasinya, akhirnya cukup menyenangkan. Kayak punya keluarga baru. Hehehe..

Mungkin yang saia kerjakan di sana tidaklah terlalu membantu banyak, tapi pengalaman yang saia dapat luar biasa banyak yang ga bisa saia tuliskan, tapi sangat berkesan untuk saia sendiri.

Yah, overall I enjoyed this experience and I believe it’s really good for me.

Special thanks to:

Awi; yang akhirnya membuat saia jadi kirim CV karna telp.nya itu.  Yang sudah memberikan banyak banget pembelajaran baru, pengalaman baru, dan juga ilmu-ilmunya, serta terlebih karna sudah sabar menhadapi kedodolan,dan kelemotan saia, dan yang sudah mau berbagi ruangan dengan saia, berbagi air, tissue, dan trutama kipas angin, mengingat ruangan kami sangat panas jadi suka rebutan kipas angin. Dan juga terima kasih untuk semua hal yang bersifat personal. Dan juga terutama “moment” itu.

Allen; yang menjadi teman ngobrol di sana, teman lucu-lucuan, dodol-dodolan, yah pokoknya lucu lah. Teman makan siang juga,,kapan-kapan makan siang bareng lagi yah,,,

Mba Nia; yang telah berbaik hati mengizinkan saia menghadiri acara-acara di luar, sorry bgt  kalo kemaren sempet dodol bgt untuk acara FGD.nya dan bikin stress.

Kak Ani; yang telah cukup membantu di saat awi tidak ada, dan saia kehilangan induk,,hahaha

Kak Ellen; yang membuat suasana kantor kadang-kadang jadi lucu ^^ dan masakannya yang yummy dan sambalnya yang ga bisa saia makan saking pedasnya!!!hehehe

Dan untuk semua teman-teman kantor yang tidak bisa saia sebutkan satu per satu. Thanks a lot untuk semuanya.

Tetap SEMANGAT!! Tetap BERJUANG dan BERKARYA demi cita-cita Indonesia satu!!

I’ll be missing u all.

*cherish






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Helga Cleve